Seorang ulama berkata ;
Bayarlah sebuah luka dengan kebaikan,,,,
Seorang dosen berkata ; Jika
kamu membayar luka dengan kebaikan , lalu dengan apa kamu membalas kebaikan
? “kamu seharusnya membayar sebuah luka dengan
keadilan dan kebaikan dengan kebaikan…
Wahai para orang tua kami yang duduk di kursi birokrasi kampus Hitam Politeknik Negeri Ujung Pandang,
kami itu sering bertanya ketika kalian bertemu dengan kami, yang tersudut
dengan interpensi kalian melalui KOMPEN (kompenisasi yang dibayar ketika tidak masuk kuliah), pembatasan jam ekstrakurikuler, dan pemotongan
beasiswa saat kami mendemonstrasikan inspirasi kami. Apa yang sesungguhnya kalian pikirkan tentang kami?
Jika
kalian dengan baju yang bersih kemudian melakukan ibadah dan berdoa, sungguh
kami ingin tau doa apa yang kalian panjatkan kehadapan tuhan. Kadang dalam
bilik kepala kami yang kecil ini muncul pertanyaan,"Mengapa mahasiswa selalu
saja tidak pernah percaya dengan keputusan yang kalian ambil? Saat kami
tersudut dengan teguran kalian atas demonstrasi kami, mengapa kalian asyik berwisata
keluar negeri.
Kekuasaan memang panggung yang lebih baik dijalankan
dengan seni peran, ketimbang dengan tindakan-tindakan yang nyata, karena berupa
panggung maka yang dibutuhkan kadang buka kejujuran, tapi kecerdikan untuk
meyakinkan penonton. “Bahwa apa yang sedang pura-pura dilakukan, buatlah
seolah-olah sebagai adengan yang sungguh-sungguh”.
Jika kami boleh meminta
keajaiban, kami minta agar para penguasa yang duduk dikursi birokrasi menyapa
kami disudut kantin, seperti anaknya sendiri yang dia sayangi. Kami
membayangkan suatu saat ketika kalian akan turun dari kursi kekuasaan, dan
kalian mengucupkan kalimat yang tak pernah sekalipun kalian katakan,"Anakku
maafkan kami atas kebijakan, tindakan, dan sikap kami yang tidak sesuai dengan
harapanmu, sekali lagi maafkan kami.
Suara Aspirasi Mahasiswa Sudut Kantin
Makassar, 09 November 2012
Haeruddin Syams Masagenae